Merawat Lingkar Baca: Kabar Koleksi Baru di Kafe Literasi dan Taman Baca TB Alimin

Pustaka TB Alimin kembali menambah koleksi buku baru! Simak kisah derma buku dan gerakan distribusi literasi dari Dongeng Kopi Kalasan di sini.

Pekan ini, kabar gembira kembali berembus dari sudut literasi kami. Koleksi buku di Pustaka @tb.alimin resmi bertambah lagi. Ruang baca ini merupakan fasilitas kafe literasi dan taman baca mandiri yang bertempat di sayap kiri meja seduh Dongeng Kopi, Dusun Dalangan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Sebagian dari buku-buku baru tersebut merupakan hasil dari agenda perburuan rutin yang kami lakukan setiap pekan. Namun, sebagiannya lagi, dan ini jumlahnya tidak sedikit, merupakan buah derma tulus dari sahabat kami, @kak.diaz. Sebuah bentuk kebaikan yang berjalan tanpa suara berisik, tetapi terasa sangat panjang gaungnya bagi isi kepala warga.

Melalui derma ini, judul-judul buku yang kedapatan berlipat atau ganda tidak kami biarkan berdiam mati di dalam lemari. Buku-buku tersebut segera beralih tangan untuk kami distribusikan kembali ke beberapa taman baca mitra. Langkah kecil ini kami lakukan demi menghidupi lingkar baca masyarakat yang kian meluas di Yogyakarta.

Jika Tugu Pal Putih Yogyakarta dijadikan sebagai pusat penjurunya, gerak distribusi buku pekan ini menyasar ke dua arah mata angin. Satu paket buku bergerak menuju area timur laut, dan satu paket lainnya melesat ke arah tenggara.

Ragam Tema Buku Baru di Rak Pustaka

Kini, ragam buku yang sudah masuk dan tertata rapi ke dalam jejeran rak Pustaka TB Alimin sangatlah bervariasi. Di antaranya meliputi:

  • 1 judul buku bacaan anak;
  • 2 judul buku arsitektur;
  • 3 judul buku pengembangan diri (personal development);
  • 1 judul buku tentang community development;
  • 1 judul buku kajian media;
  • 1 judul ilmu falak;
  • 1 judul kisah fabel lintas nabi-nabi.

Selebihnya, ada sekitar dua puluh judul buku lain yang langsung kami teruskan ke dua taman baca di dua arah mata angin tadi. Paket buku yang didistribusikan tersebut sebagian besar terdiri atas buku-buku roman klasik serta buku pengembangan diri dengan pengkhususan tema yang lebih spesifik.

Menolak Berdiam di Menara Gading

Bagi kami, esensi mendirikan kafe literasi dan taman baca di pinggiran kabupaten ini adalah untuk memastikan pengetahuan tidak mengendap di satu tempat saja. Buku harus terus bergerak, berpindah tangan, laksana air panas yang meluruhkan sari-sari kopi di meja seduh untuk dinikmati bersama.

Oleh karena itu, jika Anda sedang singgah di Dalangan, sempatkanlah untuk melirik sudut sayap kiri meja seduh kami. Buku-buku baru ini sudah siap menyambut jabat tangan dan tatapan matamu.

Matur nuwun yang tak terhingga untuk @kak.diaz dan seluruh warga yang terus urun rembug merawat humus literasi ini. Mari kita jaga api membaca agar tetap menyala dengan terus ngopi, ngobrol, dan memperluas lingkar pertemanan di Dalangan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.