
Mendapatkan troli baru yang masih terbungkus plastikan itu rasanya seperti sebuah keberuntungan kecil. Keberuntungan itu mampir pada suatu hari yang cerah, saat kami sedang jalan-jalan sore ke Pasar Senthir.
Menariknya, harga troli kecil ini tidak lebih mahal dari sebungkus rokokmu yang masuk kategori kelas papan tengah. Jika dihitung secara saksama, ini merupakan kali ketiga kami membeli troli pada bulan dua kemarin.
Troli pertama yang kami miliki bentuknya sangat mini. Benda perak berlogo Ace Hardware dengan aksen merah itu kini dialokasikan menjadi wadah kartu nama di atas meja kasir. Kami mendapatkannya di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Ringroad Utara.
Troli kedua berwarna hijau dengan gagang hitam dan memiliki sablonan khas Pamella. Pamella sendiri merupakan satu jejaring swalayan legendaris langganan warga Jogja milik mendiang Sunardi Syahuri.
Kami mendapatkan troli swalayan itu dari seorang pengepul botol plastik, kardus, dan buku bekas di dekat daerah Tajem. Sudut rosok tersebut memang kadang-kadang kami sambangi jika ada info A1 dari tamtama gudang berkaitan dengan tumpukan buku tua yang perlu disortir oleh juru cerita kami.

Nasib Troli Ketiga dan Rak Buku yang Berantakan Kuadrat
Troli ketiga yang kami dapat dari Pasar Senthir ini, pada mulanya berfungsi sebagai wadah mainan selesai pakai bagi para bintang kecil. Namun, karena lubang kawatnya kegedean, mainan-mainan kecil di dalamnya tetap saja lolos ke luar. Akibatnya, ruangan tidak jadi rapi melainkan berantakan terus, hingga sungguh bikin berkeringat karena setiap saat kami musti merapikan ulang.
Belakangan ini, kami memperhatikan sebuah fenomena di kedai. Para pembaca kerap sekali mengembalikan buku ke rak @tb.alimin dengan cara asal tumpuk saja.
Imbasnya, kondisi deretan rak buku menjadi berantakan kuadrat. Selain itu, kebiasaan asal mengembalikan ini membuat susunan buku menjadi susah dilacak manakala ada pengunjung lain yang membutuhkan buku dengan kategori dan judul tertentu.
Padahal, sebagai kafe pustaka dan tempat baca yang hidup di pinggiran Sleman, kenyamanan berliterasi adalah hal yang mutlak kami rawat. Buku yang tersusun rapi adalah kunci agar sirkulasi ide di ruang budaya ini tetap mengalir lancar.
Himbauan Baru untuk Warga Kerep Dolan
Guna menginventarisir kegemaran warga @kerep.dolan, serta agar area rak buku senantiasa rapi dan sedap dipandang, maka per pekan ini kami merilis sebuah aturan baru. Kami menghimbau dengan sangat kepada para pengunjung untuk cukup meletakkan buku ke dalam troli baru ini begitu Anda selesai membaca.
Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencocokkan kode atau memasukkannya sendiri ke sela-sela rak. Cukup masukkan saja ke dalam keranjang troli yang stand-by di dekat area baca. Sisanya, biar tim kami yang menyelesaikannya dengan senang hati.
Melalui langkah kecil ini, kami berharap atmosfer kafe pustaka dan tempat baca kita bersama ini bisa tetap terjaga keasriannya. Jadi, selamat membaca, selamat menikmati seduhan kopi, dan jangan lupa parkir bukumu di troli Pasar Senthir kami, ya!