Siulan Komedi di Meja Seduh Bersama Yuliono Singsot

Ketika seniman legendaris Yuliono Singsot bludusan ke Dalangan. Intip keseruan obrolan warga di kedai kopi ramah lingkungan kami.

Kalau tidak ada jadwal manggung, tidak ada pentas, atau agenda keliling endorsement produk, Yuliono Singsot pasti meluangkan waktu. Jika ia sedang tidak mengomandoi jasa pungut sampah Jogja yang dikelolanya, beliau pasti memilih bludusan ke Dalangan.

Seniman yang moncer lantaran kemampuannya bersiul dan piawai merangkai lagu plesetan komedi ini memiliki kedekatan historis dengan kami. Kontak pertamanya dengan Dongeng Kopi justru tercipta jauh sebelum kami madeg resmi sebagai sebuah kedai. Hubungan itu terajut saat kami masih berbentuk embrio, tepatnya ketika beliau masih sering mengamen di bilangan Jalan Solo.

Jebolan Fakultas Pertanian UMY ini memang memiliki segudang talenta unik. Selain piawai menyanyi dan bersiul, ia juga sangat pandai ngemsi (MC), bermain pantomim, hingga melakukan aksi teatrikal. Bahkan, perannya sebagai lakon di berbagai serial FTV juga sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Saking cintanya pada dunia seduh, ia pun sempat mendirikan kedai mandiri bernama Singsot Komedi Kopi, yang disingkat SKK. Nama itu sekilas mirip sekali dengan singkatan Satuan Keamanan Kampus yang identik dengan seragam biru-biru. Singkatan tersebut rupanya selaras dengan kesukaannya memakai celana biru, serta kisah cintanya yang kerap mengharu biru.

Riuh Siulan Seniman di Sudut Dalangan

Kemarin sore, doski kembali singgah ke kedai dan langsung dikerumuni oleh para pelanggan yang sedang bersantai. Seperti biasa, atmosfer ruang komunal kami mendadak berubah menjadi panggung mini yang sangat cair.

Warga berdesakan memintanya untuk bersiul, sembari mendengarkan cerita-cerita pengalamannya di dunia seni yang begitu seru. Kehadiran figur publik yang juga aktif bergerak di bidang pengelolaan sampah ini mempertegas komitmen kami untuk terus bertumbuh sebagai kedai kopi ramah lingkungan yang merawat ekosistem sosial.

Bagi kami, esensi dari sebuah kedai kopi ramah lingkungan tidak hanya melulu soal mengurangi penggunaan sedotan plastik di bar seduh. Lebih dari itu, lingkungan yang sehat juga lahir dari ekosistem manusia di dalamnya yang saling mendukung, berbagi tawa, dan peduli pada kebersihan ruang hidup bersama.

Ruang Temu Tanpa Sekat di Sleman

Melalui ruang-ruang diskusi informal bersama para seniman seperti Mas Yuliono, kami di Dalangan belajar untuk terus membuka pintu bagi siapa saja. Baik itu para pengembara kreatif, aktivis lingkungan, hingga warga lokal yang hanya ingin melepas penat selepas kerja.

Apakah Anda juga ingin merasakan kehangatan atmosfer komunal yang penuh tawa sekaligus sarat akan nilai-nilai kepedulian di pinggiran Sleman? Kami selalu menunggumu di serambi belakang.

Mari singgah ke Dalangan, nikmati segelas seduhan jujur, dan siapa tahu Anda beruntung bisa mendengarkan siulan puitis pembawa keberuntungan langsung di meja kopimu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.