Wajah Baru Dongeng Kopi Roastery di Kalasan

Bagi Anda pencinta kopi yang sedang berburu rekomendasi kedai terdekat di area Sleman, Yogyakarta, cobalah melipir ke arah timur. Tepat di kawasan Kalasan, berdiri sebuah ruang unik bernama Sasana Krida Dongeng Kopi Roastery. Tempat ini menyimpan riwayat panjang tentang bagaimana segelas kopi dan pengetahuan saling berkelindan.

Namun, ada satu rahasia menarik. Pada mulanya, tempat ini sama sekali tidak dibayangkan sebagai sebuah kedai kopi konvensional untuk nongkrong semata.

Ia lahir sebagai ruang belajar atau sebuah lapangan latihan, seturut makna asli dari namanya. Fungsi utamanya sejak awal adalah dapur panggang kopi (roastery), dengan satu-dua alat seduh yang sengaja diletakkan hanya sebagai pelengkap saja.

Dari Meja Praktik Menjadi Ruang Temu yang Hangat

Menengok ke masa lalu, lantai atas bangunan ini khusus digunakan untuk kelas, diskusi, dan lokakarya. Di sanalah percakapan bersemi, pengetahuan diseduh berulang kali, dan kopi diperlakukan lebih dari sekadar komoditas. Bagi komunitas di sini, kopi adalah jalan untuk mereguk ilmu.

Bahkan, meja bar di ruang tersebut awalnya tidak dirancang untuk melayani pesanan pelanggan. Meja itu adalah meja praktik. Sebuah altar tempat para peserta kelas meracik, mengukur, dan meraba makna dari setiap biji kopi yang digerus, air yang dijerang, hingga tetes ekstraksi terakhir yang dicicipi.

Sementara itu, di lantai bawah sisi selatan, sebuah meja bar panjang berdiri kokoh. Meja lama ini adalah warisan dari masa awal Dongeng Kopi beroperasi sekitar tiga belas tahun silam. Dongeng Kopi tidak menggantinya dengan yang baru, melainkan hanya mereparasi seperlunya agar tetap fungsional. Pada gurat lingkar tahun kayunya, tersimpan jejak waktu yang tak sepenuhnya bisa dihapus.

Lahirnya “Sasaki” di Kalasan Sleman

Perubahan besar terjadi ketika cabang Umbulmartani tutup setahun yang lalu. Peristiwa ini menjadi momentum penting yang menandai bahwa sebuah ruang akan selalu terbuka untuk ditafsirkan ulang oleh pengelolanya.

Manajemen kemudian mengambil langkah taktis. Lantai atas dialihfungsikan sepenuhnya menjadi kedai kopi yang nyaman. Sementara itu, lantai bawah kini bertransformasi menjadi Warung Sasaki sebuah akronim dari Sasana Krida Dongeng Kopi Roastery. Meja bar sejarah di lantai bawah kini beralih tugas menjadi meja saji warung makan tersebut.

Nama “Sasaki” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Nama ini meminjam semangat samurai legendaris, Sasaki Kojirō, yang dikenal tekun dan setia pada proses. Dari filosofi itulah, tempat ini terus dirawat sebagai ruang berlatih yang membumi lewat rasa, percakapan, dan kebersamaan warga.

Kedai Kopi Terdekat di Sleman untuk Mampir Ngombe

Kini, Sasaki Dokori menjelma sebagai rangkaian makna yang saling terhubung erat. Lantai atas bertugas merawat perjumpaan antar-manusia lewat cangkir kopi premium hasil panggangan roastery mandiri. Di sisi lain, lantai bawah bergerak menghangatkan keseharian lewat sajian kuliner lokal yang akrab di lidah.

Di antara dua lantai ini, orang-orang datang dan pergi membawa ragam jenis rasa lapar mereka masing-masing. Ada yang lapar akan pengetahuan, lapar akan rasa kopi yang jujur, atau mereka yang sekadar ingin mampir ngombe, golek tamba luwe (mampir minum dan mencari penawar lapar).

Jika Anda sedang berada di Yogyakarta dan mencari kedai kopi terdekat di sleman dengan nuansa otentik, Sasana Krida Dongeng Kopi di kalasan sleman ini adalah jawaban paling tepat. Datanglah, dan rasakan sendiri bagaimana waktu, kopi, dan cerita dirawat dengan takzim.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.