Metamorfosis Coretan di Papan Gaban

Menengok sudut papan tulis raksasa sebagai media dialektika pikiran di Dongeng Kopi, sebuah kedai kopi ruang diskusi puitis di Kalasan Jogja.

Bagaimana sebilah papan tulis raksasa merapikan pikiran yang kusut di sudut Dongeng Kopi, tanah lawas para dalang era Medang.

Papan tulis segede gaban di Dalangan ini, sesungguhnya menyantap satu bentang meja komunal hingga menjelma sebuah sudut mati. Ia tidak dapat dipakai bekerja, tidak nyaman diduduki, bahkan mustahil menjadi tempat bersandar bagi laptop dan cangkir kopi.

Namun, bagaimanapun juga, keberadaannya amat berguna sebagai penyangga untuk menertibkan pikiran yang kusut. Kehadirannya merapikan diskusi yang kerap melompat-lompat, serta menabulasi ide dan gagasan agar alurnya menjadi lebih terang serta runtut.

Melalui papan penuh coretan inilah, kami merawat identitas tempat ini sebagai kedai kopi ruang diskusi yang organik di sisi timur Yogyakarta.

Dialektika Spidol dan Sintesis Pikiran

Tak jarang perdebatan yang buntu lantaran masing-masing kepala sama kerasnya, perlahan mengendur begitu permukaan papan telah dipenuhi coretan. Sebab, orang-orang yang terlibat tidak lagi mengulang obrolan yang sudah tertulis sebelumnya.

Mereka justru terdorong untuk menambahkan, menyanggah, atau mengembangkan perkara yang telah dipetakan di atas papan. Alhasil, arah percakapan menjadi lebih kualitatif dan bernas. Dari sanalah kemudian lahir sebuah sintesis baru; gagasan yang bergerak setapak lebih maju daripada mula-mula.

Sementara itu, kalau semuanya sudah berdiri sambil menggenggam spidol, tanpa moderator, dan tanpa aba-aba, suasananya akan berubah menjadi riuh sekaligus hidup. Momen tersebut menjelma semacam gelanggang kecil tempat pikiran saling bertubrukan, lalu perlahan menemukan bentuknya sendiri.

Berakar di Tanah Purba Medang

Ikhtiar merawat ruang dialektika ini rasanya tidak berlebihan. Berada di Dusun Dalangan, Kalimati, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, tempat ini berdiri di atas tanah para dalang era Kerajaan Medang (Mataram Kuno).

Oleh karena itu, Dongeng Kopi Dalangan tumbuh di antara kepungan candi-candi dengan lanskap pedesaan yang kental, berbatasan langsung dengan wilayah Klaten.

Hanya dijaga berdua oleh Ayuri Murakabi dan Renggo Darsono, tempat ngopi di Kalasan Jogja ini memang tidak memiliki jam buka yang benar-benar tetap. Informasi jam operasional yang tertera di Google Maps hanyalah sebuah formalitas kecil belaka.

Maka dari itu, bagi segenap warga @kerep.dolan sekalian, ada baiknya agar senantiasa memeriksa unggahan cerita di Instagram yang dikabarkan sehari sebelumnya. Langkah ini merupakan penunjuk paling terpercaya sebelum Anda datang bertandang supaya tidak kecele di jalan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.