Jebolan Kelas Barista dan Kelas Kopi Jadi Ketua Klub Buku: Kisah Purma di Gelanggang Jam Terbang

Purma, alumnus magang Dongeng Kopi Institute yang kini mengelola toko buku setelah lulus dari kelas barista dan kelas kopi di Sleman.

Ketua klub buku Yogya yang sekarang itu, ternyata merupakan seorang anak muda jebolan @kelasseduh. Langkahnya di dunia kopi berlanjut hingga ia dinyatakan lolos dalam program magang bergengsi di @galangjambang—Gelanggang Jam Terbang milik Dongeng Kopi.

Namanya Purma. Pemuda asli Sidoarjo ini kini memilih mukim di Padukuhan Kalimati, sebuah wilayah yang hanya dipisahkan oleh jalan raya penghubung Jalan Cangkringan.

Kalau di kampung halaman, doski biasa akrab dipanggil Dea. Namun, kalau sedang bergaul di dalam grup buku-buku, dia enggan dipanggil Dea. Usut punya usut, sebabnya ia takut keliru disangka dengan Dea Anugrah, begitu kelak katanya sambil terkekeh.

Jebolan akuntansi UII ini sehari-hari sibuk mengelola sebuah toko buku independen bernama Madya Books. Menariknya, jauh sebelum sesibuk sekarang, waktu awal kami mendirikan Pustaka TB Alimin, beliaulah yang menduduki posisi sebagai pustakawan pertama kami.

Menimba Pengalaman di Dongeng Kopi Institute

Transformasi Purma membuktikan bahwa ruang edukasi kami tidak sekadar mengajarkan teknik seduh. Melalui kurikulum yang kami racik di kelas barista dan kelas kopi, para peserta magang ditempa untuk memiliki ketekunan, kemampuan komunikasi, hingga ketajaman membaca selera komunitas.

Kemarin, kami kembali bersua dengannya di gelaran lapak baca dalam salah satu agenda komunitas. Sosoknya masih sama seperti yang kami kenal dulu. Ia pendiam, dengan kostum khas yang mirip sekali sama Ucup: selalu memakai jersey bola dari semua klub yang ada di dunia.

Meskipun penampilannya santai, isi kepalanya selalu melesat jauh. Pengalaman bertungkus-lumus selama magang di Dalangan telah membentuk mentalitasnya dalam mengelola ekosistem literasi yang mandiri saat ini.

Ruang Tumbuh Bagi Para Pengelana

Bagi kami, jebolan kelas barista dan kelas kopi tidak harus selamanya berakhir di balik mesin espresso komersial. Ilmu “laku” yang didapatkan di Sasana Krida bisa bertransformasi menjadi energi apa saja, termasuk menjadi motor penggerak literasi seperti yang ditekuni Purma.

Apakah Anda juga tertarik mengikuti jejak Purma untuk menambang pengalaman langsung di industri kopi dan komunitas? Pintu pendaftaran untuk kelas edukasi kami selalu terbuka di Dalangan.

Mari datang, belajar menyeduh, menakar komitmen, dan temukan gelanggang jam terbangmu sendiri bersama kami!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.