
Bagi sebagian besar orang sekarang ini kehidupan seperti pasar malam: riuh, sesak, dan penuh desakan. Kita terhimpit dalam lalu lalang notifikasi dan tuntutan untuk selalu “on”, seolah kalau tidak menanggapi itu seperti belang blontang di era semuanya mudah terhubung.
Mungkin kita perlu sejenak menepi. Bukan menghilang, melainkan untuk menemukan kembali bagian diri yang barangkali terselip diantara sunyi aksara bersama Babaran: sebuah panggilan untuk “membaca dalam diam” (silent reading). Aktivitas sederhana yang bisa jadi memercik api jadi penyala terang atas mula pikiran suram.
Apa Itu Babaran?
Babaran adalah singkatan dari Baca Bareng di Dalangan. Sebagaimana kebiasaan @dongengkopi yang selalu berangkat dari usulan warga @kerep.dolan, Babaran lahir dari kegelisahan sederhana: tumpukan buku di rumah kian menjulang, tetapi entah mengapa, sulit sekali menamatkan satu pun. Dalam bahasa Jawa, “babaran” berarti melahirkan atau bersalin, sebuah awal, anugerah, dan harapan baru. Ya, harapan untuk kita semua “melahirkan” kembali kebiasaan membaca, tumbuh, dan belajar bersama. Bukankah perintah Tuhan pertama juga senada: “Bacalah”?
Kapan dan di Mana Kita Babaran?
Kita akan Babaran setiap Selasa. Mengapa Selasa? Konon, dalam tradisi Jawa, Selasa (sela-selane menungsa) adalah waktu luang aktivitas manusia. Jadi, Selasa ini dan setiap Selasa berikutnya, mari kita sisihkan waktu. Tepat pukul 16.00 WIB, saat mentari mulai condong dan bayang-bayang memanjang, kita akan berkumpul. Selama satu jam penuh, hingga pukul 17.00 WIB, kita akan tenggelam dalam bacaan.
Tempatnya di Dalangan, sebuah ruang yang teduh, tenang, dan nyaman bagi kita untuk menyelami buku masing-masing, di TB Alimin. Taman Baca sayap kiri meja seduh Dongeng Kopi.
Siapa Saja yang Boleh Ikut Babaran?
Semua diundang, semua boleh bergabung! Tak peduli Anda kutu buku sejak lahir atau baru ingin menjajal rasanya membaca, semua diterima.
Waktu jajak pendapat kecil-kecilan di @dongengkopi, sekitar 89% bersedia turut serta. Jadi, yakinlah, Anda tidak akan sendirian.
Mengapa Kita Harus Ikut Babaran?
Ada beberapa alasan kuat mengapa Anda perlu bergabung:
Menemukan Ketenangan: Bayangkan, satu jam penuh tanpa notifikasi, tanpa desakan, hanya ditemani desir halaman dan bisikan pikiran. Ini adalah ketenangan di tengah bising dunia.
Menamatkan Bacaan Tertunda: Babaran adalah janji untuk diri sendiri, komitmen kecil di tengah kekacauan besar, agar buku-buku Anda tidak hanya jadi pajangan bisu.
Menumbuhkan Kebiasaan Membaca: Babaran adalah awal dari perjalanan pembelajaran dan pertumbuhan bersama aktivitas membaca. Seperti makna “babaran” itu sendiri: melahirkan sesuatu yang baru dan baik.
Merasa Kebebasan Murni dalam Membaca: Tidak ada tuntutan, tidak ada penilaian. Hanya kebebasan untuk meresapi setiap kalimat, membiarkan imajinasi liar berlarian tanpa batas.
Bagaimana Cara Ikut Babaran?
Mudah saja. Cukup bawa buku pilihanmu—buku apa saja yang memanggil jiwamu, yang selama ini teronggok di meja atau terselip di rak, menunggu untuk disentuh. Tidak perlu berpakaian rapi, tidak perlu membawa catatan, apalagi presentasi. Cukup datang. Duduk. Baca.
Jadi, jika merasa lelah dengan hiruk pikuk kehidupan, jika jiwamu merindukan ketenangan yang hanya bisa ditemukan di antara baris-baris buku, bergabunglah. Mari kita tersesat bersama dalam labirin kata, setiap Selasa, pukul 16.00 WIB, rutin.
Sibuk Baca, Banyak Ngopi slogan yang pernah hadir di Dongeng Kopi sesi Gorongan sepuluh tahun silam, mari kita ulang dari Dalangan mulai sekarang.