Setelah Lebaran Usai, Kedai Kopi Kembali Menyalakan Cerita

Meja Bar di Dongeng Kopi Dalangan. Dok. Dongeng Kopi

Sesudah hari-hari Lebaran yang hangat berlalu, kehidupan perlahan kembali pada ritmenya yang lama. Silaturahmi yang bertubi-tubi, perjalanan dari satu rumah ke rumah lain, serta tradisi saling mengunjungi, yang di kampung kami sering disebut ujung, sedikit demi sedikit mulai mereda. Orang-orang kembali pada pekerjaan dan rutinitasnya masing-masing. Rumah kembali tenang, jalanan tidak lagi seramai hari-hari sebelumnya.

Dalam suasana seperti itulah Dongeng Kopi di Dalangan kembali membuka pintunya. Tidak ada jeda panjang setelah hari raya. Setelah keluarga pulang, setelah tamu terakhir pamit, kami menyalakan kembali mesin kopi, menyalakan lampu-lampu yang sederhana, merapikan kursi-kursi, serta menyiapkan meja seduh sebagaimana hari-hari biasa.

Suara mesin penggiling biji kopi kembali terdengar. Sebuah bunyi yang bagi sebagian orang mungkin hanya bunyi mekanis, tetapi bagi kami adalah tanda kecil bahwa kehidupan kedai kembali berjalan.

Meja seduh kami selalu menunggu langkah-langkah yang datang tanpa perlu banyak alasan. Ada yang datang hanya untuk duduk sebentar, ada yang ingin berbincang ringan, ada pula yang sekadar memandang jalan sambil menyesap kopi perlahan. Dalam tempat seperti itu, waktu sering bergerak lebih lambat dari biasanya.

Kedai kopi memang memiliki fungsi yang sederhana tetapi penting dalam kehidupan kota-kota kecil. Ia bukan sekadar tempat menjual minuman, melainkan ruang perjumpaan yang memungkinkan orang-orang berbagi cerita. Di sana percakapan sering lahir tanpa rencana. Kadang berupa tawa kecil yang spontan, kadang hanya berupa obrolan ringan yang mengalir tanpa tujuan yang jelas.

Sering kali yang dicari orang bukan hanya kopinya, melainkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari.

Dalam beberapa hari ke depan, suasana Dalangan mungkin akan kembali seperti biasa. Pagi-pagi akan datang lagi dengan ritmenya yang lama: orang berangkat bekerja, anak-anak pergi ke sekolah, dan kehidupan berjalan sebagaimana mestinya. Bersamaan dengan itu, jam buka Dongeng Kopi juga akan kembali pada jadwal yang lebih teratur.

Salah satu kebiasaan yang sempat berhenti selama hari-hari Lebaran adalah sesi #MakeYourOwnCoffee. Mulai pekan depan, kegiatan itu akan berjalan kembali seperti sediakala. Para pengunjung yang senang bereksperimen dapat kembali menyeduh kopinya sendiri—mencoba berbagai cara, mencari keseimbangan rasa, hingga menemukan seduhan yang paling dekat dengan selera masing-masing.

Sebagaimana biasa pula, kami tidak menetapkan harga yang kaku untuk sesi tersebut. Orang boleh membayar sesuai kehendaknya sendiri. Tagline lama kami masih tetap sama: seduh suka-suka, bayar suka-suka. Di sudut meja ada wadah kecil yang kami sebut Umplung Cemplung, tempat siapa pun dapat memasukkan bayaran menurut pertimbangannya sendiri. Yang mengetahui jumlahnya hanya dua pihak: orang yang memasukkan dan Tuhan yang melihat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kepercayaan seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun justru dalam kesederhanaannya itulah kami percaya bahwa hubungan antarmanusia dapat dijaga.

Bersamaan dengan tulisan ini, kami juga ingin menyampaikan satu undangan kecil. Jika di rumah masih tersisa kue-kue Lebaran, atau mungkin kudapan yang sayang dibiarkan terlalu lama di meja, bawalah saja ke Dongeng Kopi. Di sini selalu ada ruang untuk berbagi.

Sering kali percakapan yang baik justru bermula dari hal-hal sederhana: secangkir kopi hangat, sebuah stoples berisi kue, piring kecil yang berpindah tangan, dan orang-orang yang duduk cukup lama tanpa merasa terburu-buru.

Pada akhirnya, kedai kopi tidak pernah menjanjikan sesuatu yang besar. Ia hanya menyediakan tempat untuk berhenti sejenak. Namun dari tempat yang sederhana itu, kadang lahir pertemanan baru, cerita-cerita lama kembali diingat, atau sekadar rasa lega karena seseorang sempat duduk dan mengatur napas.

Dongeng Kopi di Dalangan, bagaimanapun keadaannya, akan berusaha tetap menyala. Pintu tetap terbuka, kopi selalu siap, dan cerita selalu punya tempat.

Datanglah bila ingin berbincang. Datang pula bila hanya ingin diam. Dan jika suatu hari Anda membutuhkan tempat untuk melamun sendirian, kami akan dengan senang hati menunjukkan sudut yang paling tenang di kedai ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.