Racikan Rasa, Seduhan Asa Secangkir Kopi di Dongeng Kopi

“Karna rasa adalah segalanya, ucap seseorang yang memang hobinya hanya menikmati kopi dari satu tempat ke tempat lainnya”

Mencicipi kopi itu sederhana, sesederhana mencintaimu. Tapi juga tak semudah itu untuk bisa menikmatinya! Jangankan sekedar menyesap rasa, untuk memastikan seduhan kopi itu pas atau tidak saja, butuh latihan berabad-abad persis seperti setiap villain yang kerap muncul di setiap cerita atau film fiksi kesayangan.

Memang benar kata seorang teman yang konon sejak lahir sudah diselimuti dengan green bean kopi robusta, karena tempat dimana ia dilahirkan penuh dengan kopi robusta. Nun jauh di sebrang pulau sana. Dia pun berkisah, tatkala petani ditempatnya yang bercocok tanam kopi tak lagi merasakan kemerdekaan. Karena sudah terokupasi oleh kapitalis yang kian lama kian mengeruk kedalam apa yang dimiliki oleh sedulur kampungnya.

racikan dan seduhannya membangkitkan kenangan

Namun, kini semua berubah ketika semakin lama, orang semakin melek dengan pengetahuan perkopian. Terutama dengan adanya ragam jenis racikan menu kopi. Tidak melulu soal arabika, robusta tapi kini bahkan buah-buahan yang di fermentasi dapat diracik sedemikian rupa menjadi minuman bernama mocktail.

Nikmatnya sungguh tak terkira, bahkan saking nikmatnya bisa disamakan dengan ketika kita patah hati lalu mengkonsumsi ciu!

Bisa dibayangkan bukan?

Begitulah sekiranya, cerita hari ini. Salam kopi hitam tanpa gula!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.