Lho kok bisa? Simak ulasan berikut ini
Kopi Luwak yang sempat terkenal karena rasanya yang nikmat dan juga harganya yang fantastis, kini menemui titik puncaknya. Puluhan aktivis hewan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) menggelar aksi teatrikal di depan gedung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta (25/01/2023).

Mereka berkumpul didepan gedung tersebut sembari membawa kerangkeng besi kosong lalu diisi oleh beberapa perwakilan PETA sembari membawa tulisan “ANIMALS SUFFER FOR CIVET COFFEE” yang memiliki arti “Hewan Menderita Karena Kopi Luwak”. Sementara itu beberapa aktivis lainnya sembari berdiri disamping kerangkeng besi membawa tulisan “KOPI LUWAK: CRUELTY IN A CUP” yang memiliki arti, “Kekejaman di dalam sebuah cangkir”.
Tujuan dari aksi PETA ini adalah untuk meminta pemerintah melarang adanya peternakan luwak yang terindikasi merupakan praktik eksploitasi hewan agar memproduksi kopi luwak. Hal ini disampaikan dalam hasil investigasi PETA yang menyebutkan bahwa luwak ditangkap dari habitat alaminya kemudian dimasukkan dalam kandang sempit.
Lebih lanjut PETA juga mengatakan bahwa luwak itu tidak diberikan minum atau makan selain biji kopi sehingga membuat luwak berperilaku stereotipikal atau mengalami stres berat. Oleh karena itu mereka akan terus meminta pemerintah agar segera menindaklanjuti tentang eksploitasi luwak dalam industri kopi.
Baca Juga:
- Berbincang Agak Mojok Bersama Aditya Purnomo
Kami tiba di Ngebo lewat tengah hari. Sore belum benar-benar… Baca Selengkapnya: Berbincang Agak Mojok Bersama Aditya Purnomo - Ngalap Berkah, Nikmati Kehangatan dari Dalangan
Ramadhan, jika dijalani sungguh-sungguh, adalah latihan menata diri. Tubuh belajar… Baca Selengkapnya: Ngalap Berkah, Nikmati Kehangatan dari Dalangan - Kejora sebagai Ambang: Membaca Lintang Wengi dalam Kosmologi Jawa
Di banyak desa Jawa, waktu dibaca dari langit. Sebelum azan… Baca Selengkapnya: Kejora sebagai Ambang: Membaca Lintang Wengi dalam Kosmologi Jawa - Tara: Arah Cahaya dan Secangkir Malam
Pada malam ketika angin turun dari lereng Merapi dan kampung… Baca Selengkapnya: Tara: Arah Cahaya dan Secangkir Malam - Membaca Langit, Menjaga Tata: Lintang dalam Kosmologi Jawa
Di desa-desa yang malamnya masih benar-benar gelap, langit terasa dekat.… Baca Selengkapnya: Membaca Langit, Menjaga Tata: Lintang dalam Kosmologi Jawa - Akal Buku: Toko Buku dengan Jargon Realistis
Di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, ada sebuah toko buku dengan jargon… Baca Selengkapnya: Akal Buku: Toko Buku dengan Jargon Realistis
