Merawat Humus Kedekatan: Menemukan Tempat Ngopi yang Tenang di Dongeng Kopi Dalangan

Juru cerita Mas Renggo menyeduh kopi di lantai atas Sasana Krida Dongeng Kopi Dalangan, menghadirkan tempat ngopi yang tenang di Sleman

Juru cerita kami, @renggoism, sejak Februari lalu agaknya menjadi sosok yang jauh lebih mudah ditemui di Dongeng Kopi. Doski kini lebih kerap hadir serta terasa lebih lekat dengan ruang dan waktu di lantai atas Sasana Krida Dongeng Kopi Roastery, ketimbang sebelum-sebelumnya.

Sebenarnya sejak bulan Januari, saat kedai ini hanya dijaga berdua saja bersama Ayuri Murakabi, hari-harinya memang sudah dipenuhi oleh temu dan sapa. Tugasnya adalah menyambut para warga @kerep.dolan, sekaligus menemani setiap warga yang tandang untuk berbincang hangat. Aktivitas itu mengalir konsisten dari pagi hari sampai lampu kedai dipadamkan, tepat saat papan penanda buka dibalik menjadi istirahat.

Oleh karena itu, jika pada suatu waktu ia menjadi sangat sulit untuk dihubungi melalui gawai, Anda tidak perlu bingung. Ketika pesan singkatmu tidak kunjung berbalas atau panggilan teleponmu tidak dijawab, datanglah saja langsung ke Dusun Dalangan.

Bisa dipastikan bahwa beliau saat itu sedang bertungkus-lumus dengan aktivitas sehari-hari. Ia sengaja menanggalkan perangkat komunikasinya demi merawat hubungan yang tulus dengan para pelanggan yang datang. Langkah kecil inilah yang membuat kedai kami selalu bertumbuh sebagai tempat ngopi yang tenang dan memanusiawikan manusia.

Seperti Petani yang Setia Menjaga Humus

Seperti seorang petani yang selalu setia menjaga humus agar tetap lekat pada tanahnya, menyuburkan, menghidupkan, hingga menumbuhkan vegetasi yang hijau royo-royo, demikian pula hal yang sira (beliau) lakukan di kedai. Mas Renggo mencoba menumbuhkan kedekatan antarmanusia, satu per satu, dengan menggunakan kopi sebagai medium utamanya.

Bagi kami, esensi dari sebuah tempat ngopi yang tenang bukan sekadar tentang seberapa sunyi ruangan tersebut dari bising kendaraan. Lebih dari itu, ketenangan sejati lahir ketika kita mampu menepikan riuh notifikasi digital, lalu duduk berhadapan untuk saling mendengarkan cerita secara utuh.

Di lantai atas Sasana Krida, ruang itu kami sediakan untukmu. Anda bisa datang untuk mengobrol bersama juru cerita kami, membaca buku, atau sekadar menikmati waktu luang yang melambat tanpa perlu merasa diburu-buru oleh tuntutan dunia luar.

Jadi, kapan terakhir kali Anda meletakkan ponsel pintar dan terlibat dalam obrolan yang jujur? Papan penanda buka kami sudah dibalik. Kami tunggu kehadiranmu di Dalangan untuk merajut kembali kedekatan yang sempat renggang!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.